Minggu, 01 September 2013


Hai september,kita bertemu lagi. Terimakasih sudah tetap hadir dengan manis walau apapun nama rasa yang merajai hatiku dulu,dan hari ini.
Kau ingat bukan? 2 tahun lalu aku bercerita padamu tentang cinta? Lalu setahun yang lalu aku bercerita padamu tentang sakitnya merindu? Jika kamu lupa, baiknya aku mengingatkan tentang ini.
1 september 2011, aku mulai mencintai dia dengan sangat. Jangan berfikir aku berlebihan. Ini perasaan normal untuk seseorang yang sedang benar-benar jatuh cinta.
1 september 2012, oke. Sebenarnya aku benci harus menceritakan ini kembali. Aku merindukan dia. Yah kamu harusnya tahu, bagaimana rasanya berada dalam jarak 115 km dari seseorang yang meletakkan sejenis kembang api di hatimu itu, dalam waktu yang lama. Ya, aku benar-benar di siksa oleh rinduku padanya waktu itu.
1 september 2013, hari ini kau tahu apa yang aku rasakan? Biarkan aku memberitahumu dengan ini.
ada seorang gadis yang sangat mencintai kekasihnya. Dan kekasihnyapun juga begitu mencintainya. Tapi pada suatu hari di salah satu september, kekasih gadis tsb harus pergi dengan alasan yang baik. Si gadis mengizinkan. Setelah terlalu lama kekasih gadis itu pergi. Si gadispun mulai merindu. Dan kesalahan gadis itu adalah, dia rentan sekali terhadap perasaan rindu dan menunggu yang terlalu lama. Hal itu yang membuat dia memutuskan hubungan dg kekasihnya itu. Belum ada sepekan setelah berpisah, gadis itu merasa ada yang hilang. Merasa bahwa ada yang belum selesai dalam hubungan mereka. Tentu saja cintanya sendiri. Dia salah menganggap bahwa tidak ingin menunggu lebih lama sama dengan sudah tidak mencintai lagi. Dan dia menyesal dalam rindu yang tidak kunjung hilang. Setelah 2 bulan perpisahan mereka, gadis itu mendengar mantan kekasihnya sudah memiliki gadis lain yang lebih baik. Penyesalan si gadis sudah sampai batasnya. Dia hanya bisa berteriak dalam diam. Dia hanya bisa menangis dalam sunyi.
itulah yang aku rasakan saat ini sepetember. Pada intinya aku masih mencintai dia masih merindukannya dan masih memanggilnya dalam hening.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar