Hai April, kudengar kamu memilkii banyak keindahan? Boleh aku menjadi bagian dari kamu?
hidup dalam banyak keindahan itu mimpiku setelah aku kehilangan dia dan benar-benar
berjarak dengannya, sangat jauh.
sepertinya hubungan kami benar-benar buruk sekarang. Untuk saling tersenyum saja
kami butuh banyak berfikir terutama dia
yang tidak lagi sendiri.
April benarkah bahwa semua hal di dunia itu tidak abadi?
Apakah itu juga berlaku pada rasa ini? Rasa yang dengan sangat congkak selalu
menyakitiku. Jika begitu biarlah rasa ini tetap jadi milik dunia. Agar tidak
ada ke abadian menyentuhnya.
April, bisa bantu
aku? Tolong bilang padanya untuk tidak
menyembunyikan lagi rahasia bagaimana aku bisa begitu menggilai sosoknya. Agar
ada pria lain yang bisa aku gilai lagi.
April apakah ini akibat dari mencintainya? Kenapa sekarang
sesakit ini? Kenapa dulu aku merasa mencintainya itu kebutuhanku? Apa aku salah
menceritanya tanpa ingin berhenti?
Dua tahun sudah, aku masih ingat betul pertama kali dia
mencoba menyapaku lalu mengajakku berjabat tangan. Dan lalu tanpa sadar bibirku
terus saja memujinya. Tanpa pernah berhenti memikirkan bagaimana senyum itu
menjadi sangat manis. aku juga masih sangat ingat ketika aku dengan tanpa
berfikir panjang utuk memulai mengawali cerita “pedekate” kami yang penuh
keragu-raguan dan ketika akhirnya dia entah sedang jujur atau tidak, mulai
untuk mengajakku menyinggahi hatinya. Dan bicara tentang cinta.
April, dialah laki-laki yang selalu membuat butir-butir air
mataku serasa minta ingin di jatuhkan dengan liar.dia laki-laki yang tanpa
sadar menyakitiku, membiarkanku meraung-raung kesakitan karna rindu lalu tidak
sedikitpun dia melihatku ketika dia memutuskan untuk pergi. Tapi jujur saja
sesakit apapun rasa ini aku masih saja ingin menyentuh rambutnya, mendengar
tawanya, melihat senyumnya dan tentu saja sangat ingin memeluknya.
April, menurutmu apa dia masih mencintaiku? Apa dia masih
punya tatapan hangat seperti dulu untukku? Apa dia masih ingat sedikit saja
tentangku? Aku harap kamu dengan tegas menjawab YA untuk semua pertanyaanku
tadi. April bagaimanapun dia, tetap saja aku masih menggilainya, meskipun
sikapnya sudah sangat kasar tetap saja aku bertekuk lutut pada senyumnya. Dan
walaupun dia sangat membenciku saat ini tetap saja rasa sayang untuknya sangat
sukar untuk tidak di biarkan.
April, apa sekrang aku lebih terlihat seperti gadis bodoh
karna mencintai laki-laki yang sudah jelas membencinya?, biarlah, aku tidak
keberatan dengan julukan bodoh itu. Aku lebih peduli untuk mengendalikan
perasaan ini agar tidak semakin menjadi liar.
 |
| fotonya mbak ay, pas banget ini. |