Minggu, 07 Juli 2013

hai April

Hai April, kudengar kamu memilkii banyak keindahan?  Boleh aku menjadi bagian dari kamu?
hidup dalam banyak keindahan itu mimpiku setelah aku kehilangan dia dan benar-benar berjarak dengannya, sangat jauh.
sepertinya hubungan kami benar-benar buruk sekarang. Untuk saling tersenyum saja kami butuh banyak berfikir  terutama dia yang tidak lagi sendiri.
April benarkah bahwa semua hal di dunia itu tidak abadi? Apakah itu juga berlaku pada rasa ini? Rasa yang dengan sangat congkak selalu menyakitiku. Jika begitu biarlah rasa ini tetap jadi milik dunia. Agar tidak ada ke abadian menyentuhnya.
 April, bisa bantu aku?  Tolong bilang padanya untuk tidak menyembunyikan lagi rahasia bagaimana aku bisa begitu menggilai sosoknya. Agar ada pria lain yang bisa aku gilai lagi.
April apakah ini akibat dari mencintainya? Kenapa sekarang sesakit ini? Kenapa dulu aku merasa mencintainya itu kebutuhanku? Apa aku salah menceritanya tanpa ingin berhenti?
Dua tahun sudah, aku masih ingat betul pertama kali dia mencoba menyapaku lalu mengajakku berjabat tangan. Dan lalu tanpa sadar bibirku terus saja memujinya. Tanpa pernah berhenti memikirkan bagaimana senyum itu menjadi sangat manis. aku juga masih sangat ingat ketika aku dengan tanpa berfikir panjang utuk memulai mengawali cerita “pedekate” kami yang penuh keragu-raguan dan ketika akhirnya dia entah sedang jujur atau tidak, mulai untuk mengajakku menyinggahi hatinya. Dan bicara tentang cinta.

April, dialah laki-laki yang selalu membuat butir-butir air mataku serasa minta ingin di jatuhkan dengan liar.dia laki-laki yang tanpa sadar menyakitiku, membiarkanku meraung-raung kesakitan karna rindu lalu tidak sedikitpun dia melihatku ketika dia memutuskan untuk pergi. Tapi jujur saja sesakit apapun rasa ini aku masih saja ingin menyentuh rambutnya, mendengar tawanya, melihat senyumnya dan tentu saja sangat ingin memeluknya.

April, menurutmu apa dia masih mencintaiku? Apa dia masih punya tatapan hangat seperti dulu untukku? Apa dia masih ingat sedikit saja tentangku? Aku harap kamu dengan tegas menjawab YA untuk semua pertanyaanku tadi. April bagaimanapun dia, tetap saja aku masih menggilainya, meskipun sikapnya sudah sangat kasar tetap saja aku bertekuk lutut pada senyumnya. Dan walaupun dia sangat membenciku saat ini tetap saja rasa sayang untuknya sangat sukar untuk tidak di biarkan.


April, apa sekrang aku lebih terlihat seperti gadis bodoh karna mencintai laki-laki yang sudah jelas membencinya?, biarlah, aku tidak keberatan dengan julukan bodoh itu. Aku lebih peduli untuk mengendalikan perasaan ini agar tidak semakin menjadi liar.
fotonya mbak ay, pas banget ini.

2 komentar:

  1. kta2nya jleb bnget. . . (y) sukses buat blognya. . .

    BalasHapus
  2. hehe masih amatir ini mas, btw makasih banyak. AMIN :)

    BalasHapus